Sunday, November 5, 2006

Greek (or geek?)

Hmm.. baru nemu salah satu mitos Yunani (fyi, I adored the legend and myth) tentang Echo dan Narcissus..

Sebenernya ni cerita punya banyak versi, tetapi secara garis besar, begini ceritanya..

Echo
Echo itu salah satu pelayannya Zeus (beautiful maiden) yang cantik, love to sing and etc. Karena si Zeus ini juga rada-rada dewa buaya darat, dibabat juga lah si Echo ini. Tak pelak, Hera pun marah. Dia mengutuk Echo agar ngga bisa ngomong sama sekali, kecuali beberapa ulangan kalimat yang dia denger dari orang lain. Echo akhirnya hanya bisa jadi perantara kalimat-kalimat orang. Unfortunately, she then fell in love dengan pemuda tampan, Narcissus. Suatu hari Echo melihat Narcissus pergi ke hutan dan diikutinyalah pemuda itu. Narcissus yang sadar dia diikuti orang, berbalik dan bertanya, "Who's here?". Echo menjawab, "Here". Begitulah seterusnya sampai akhirnya Echo pun menampakkan dirinya ke depan Narcissus. Narcissus langsung menolak Echo dan ngomong, "Hands off! I would rather die than you should have me!". Dan Echo ngomong, "Have me." (what a woman -red) Intinya ya begitu, Echo ditolak mentah2 dan akhirnya dia pun jadi batu yang kalo dipanggil hanya mengulangi beberapa patah kata terakhir.

Narcissus

Naah, Narcissus adalah pemuda yang amat sangat tampan sekali, yang pada saat kelahirannya, dia diramal ama peramal namanya Teiresias yang ngomong, "He would live to a ripe old age, as long as he never knew himself". Naah, di usianya yang ke-16 tahun, Narcissus ini sudah malang melintang mematahkan hati para gadis di sana sini dan menorehkan kisah cinta di berbagai tempat.

One day, ada seorang pria namanya Ameinius yang juga mengikrarkan cintanya pada Narcissus. Hmm, bisa ditebak, Ameinius inia adalah salah satu cikal bakal gay di bumi. Tapi malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, Narcissus malah menolak cintanya dengan cara brutal. Si Narcissus mengirimkan pedang ke rumah Ameinius dan menyuruhnya membuktikan cintanya. Ameinius yang sakit hati akhirnya mengambil pedang tersebut dan menusukkannya ke dirinya sendiri. Sesaat sebelum dia mati, Ameinius meminta Artemis untuk menghukum Narcissus.

Artemis menghukum Narcissus dengan made Narcissus fall in love, but a kind a love that couldn't be fulfilled. Narcissus suatu hari lalu berjalan-jalan ke hutan dan ingin minum dari sebuah mata air. Saat ia menunduk, ia melihat seseorang yang amat sangat tercipta dengan segala kemahasempurnaan dan langsung jatuh cinta padanya. Ironi, sebab kini Narcissus merasakan apa yang banyak gadis2 rasakan padanya. Saking desperatenya karena sang 'pujaan hati' bergeming dengan segala pernyataan cintanya, Narcissus pun akhirnya mati bunuh diri.

~sigh...

0 tasted the wine: