Part 1: She Knows He Knows

He touched her finger that was still pointed at his chest, "Still manage to scare the day out of me, I see." She smiled. Too sweetly. "Are you trying to get us killed? Not a good day to die, you say?".

How To Cross Road In Margonda

Somebody should publish this kind of booklet long before I even got enrolled in University of Indonesia. Duh! 1. If there's eventually a traffic light for passerby, please DO pay attention. It's not there for decoration purpose (only).

Dream High

Once upon a time, in one particular high school, lived one particular girl student. Let's call her Suzy. Not only that she got the looks, she also had the wealth and singing talent and lots of antis. All things other girls could only imagine.

Story From Far Java

On my last visit to Jogja (seriously this city has something captivating), I happened to visit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat and Kraton Surakarta in one-day-trip to Solo.

Letting Go

The big question of letting go bugged my mind around these last couple of months. Some things.. are they worth to keep, or should I let them go. Think I'm pretty good of letting things go, but when inputs and comments started to coming in, I'd have to reconsider my decision.

Wednesday, October 18, 2006

Entertain yourself

Anyhoo... incase ada yang masih belum tahu...

Novel Perfume is going to be filmed... or rather... is filming.. isn't it??

The trailer can be seen here aaaaaaaand... as a trailer lover, I strongly recommend you to see this trailer ^^

Kereeeeeen.... my type of movie.... kyaaaaa......

Monday, October 16, 2006

Mind me

Kost itu memang membuat perbedaan dalam hidup seseorang.

Tidak percaya? Lihat saja Bapak X (nama disamarkan -red), tetangga dari Kost Putri Putri Malam (nama disamarkan sekali lagi -red) yang mendadak memiliki kepedulian berlebih terhadap kepentingan tetangganya yang notabene anak kost.

Selain rajin menasehati anak-anak kost tetangganya itu, Bapak X ini juga mendadak lebih rajin berkumpul bersama sanak saudaranya di depan rumah dan berbagi keceriaan bersama.

Segala hal baik yang terkecil sekali pun dari tetangganya yang anak kost tidak akan luput dari perhatiannya, seperti tutur kata, cara berbicara, sopan santun, tingkah laku, pergaulan sosial, dsb. Tak ayal, banyak kata-kata manis yang acap kali terucap dari mulut sang Bapak (berikut anaknya yang tak kalah perhatiannya dengan sang Bapak) untuk anak-anak kost tetangganya ini.

Is it a good thing? or a bad thing?

Bad thing!!!

First of all... gue sih kaga ada masalah ama ni Bapak2 (atleast belum, cih, semoga aja kaga pernah)... tapi ngeliat tingkahnya yang emang rada rese, mau ngga mau gue ikutan mengelus dada deh...

Gile ya, anak2 kost gue kan cewe2 semua tuh ya, dan mahasiswi2 pula, yang pastinya pada baru ketemuan jam 9 malem ke atas. Dan secara kita semua anak cewe, sekalinya ketemu pasti heboh, cekakak-cekikik, dan kunjung-mengunjungi antar kamar. Si tetangga rese ini bukan cuma ikut campur ama urusan orang, eeeh... dia malah demen banget ngeluarin kata-kata kotor, trus maki-maki anak2 di kost gue. Aslilah gue suka panas kalo dengerin dia memulai aksinya. Giliran pengen diajak ngomong bae-bae ama ibu kost gue, seisi rumah pada ngilang semua! Bah!

Udah gtu giliran ada anak cowo yang melangkah masuk pintu pager, yup, tiba2 di depan rumah itu udah rame aja, mulai dari bapak, ibu, anak, menantu semua pada ngumpul di teras rumah. Gila yaaa...!! Ibu kost gue aja nyante, napa mereka yang sewot??

Temen kost gue malah pernah dilemparin batu waktu dia ngobrol malem2 ama temennya yang cowo di pagar rumah kost, trus dikatain "Jablai.."

Ya oloh... udah stres kali ya tu orang???

Temen kost gue yang laen ampe pindah kost kemarin gara-gara dikatain "nyuri kucing" padahal yang minta kucingnya dateng ke kost gue itu siapaaaa coba... Emang sih dia suka ngasi makan tu kucing, tapi emangnya salah? Lagian salah siapa kalo kucingnya emang lebih demen ke kost gue daripada ke rumah dia?? Sinting, ya uruslah kucing Anda masing-masing, gtu loh!

Masalahnya, ni Bapak2 yang katanya "terdidik" itu ngomongnya ngga simpatik banget, kasar, suka maki-maki, bikin yang denger bisa panas hati...

Lama-lama diaduin ke polisi aja deh!

Tuesday, October 10, 2006

Coincidence?

Well.. seems like my life was getting even better after I moved out from the house. Man, now I'm officialy ngekost (._.) Hiiyaaa... Seneng.. seneng.. excited.. excited..

Tapi kudu nyari kerja yang jelas sih =P

Anyway, this few days, mendadak orang2 yang gue chat with bersamaan ngomong kalo either mereka dah di Indonesia, mereka bakal balik ke Indonesia dalam waktu deket..

Kewl...

Senaang... hehehehe... banyak ketemu orang baru..

*excited*

Mana temen2 gue juga pada lagi pedekate, uhuuuuy.... Jieeeh... ngga cewe, ngga cowo, ngga dalem negri, ngga luar negri..

Ohhhoy.... GANBATTE, GUYS!!

Wednesday, October 4, 2006

Fraud in Action

Aneh-aneh aja bentuk kejahatan penipuan jaman sekarang...

Jadi gini, nyokap gue berkenalan dengan seorang ibu di sebuah kebaktian yang mengaku kalau anak gadisnya itu adalah seorang anggota DPR yang dekat sekali dengan ibu Negara kita (ibu Ani SBY). Naah, untuk periode kepemimpinan berikutnya, besar kemungkinan sang anak gadis tersebut diangkat jadi Mensos, hence dia sekarang dah mengenal banyak pejabat2 penting namely Jusuf Kalla, Sutiyoso, dll...

Naaaah, sang anak gadis ibu ini juga adalah istri Dirjen Pertamina yang udah meninggal dengan meninggalkan 3 orang anak. Tak lupa, di masa mudanya dulu (sekitar umur 16an), sang anak gadis pernah terlibat sebuah affair dengan adiknya sultan Hasana Bolkiah (bener ngga sih nulisnya?) waktu sekolah di Inggris. Karena beda agama, akhirnya sang anak gadis melarikan diri ke Indonesia dan akhirnya menjabat menjadi direktur di perusahaan pariwisata entah di mana.

Truss... dalam waktu dekat ini, sang anak gadis akan menikah dengan Dirjen entah apa namely Syafruddin lalalala dan akan segera ke Medan tgl 10 nanti untuk urusan kerja. Sang anak gadis pun menawarkan nyokap gue untuk pulang bareng dengan rombongan (yang katanya) terdiri dari pejabat negara dan menteri2.

Anywaay... nyokap gue cerita ke om gue.. dan om gue pun mengundangnya ke rumah, lengkap si ibu dan si anak gadis. Sukur-sukur kalo ceritanya bener, om gue bakal ngajak di orang untuk join suatu proyek gede di Departemen manalah.

And there's where it started..

Sehabis ni ibu-anak dateng ke rumah, om gue beserta om-om gue yang lain mulai membahas benar tidaknya cerita sang ibu. It turn out to be very very absolutely suspiciously UNTRUE =D Kocak deh, tante gue ampe sakit perut karena ketawa..

First of all.. sang ibu dan anak dateng ke rumah gue pake taksi (setelah sebelumnya mengaku kalo lagi pindahan ke kompleks DPR Brawijaya dan sudah dikasih hadiah mobil oleh Olo Panggabean, anyone recognize the name? it's a famous name back then at Medan), trus om gue yang pernah kuliah di luar sono juga sesekali memancing intelegensia English sang anak gadis dengan cara dikit2 ngomong, "Oh My God!! Really??" dan hasilnya null. Sang anak gadis tetep berbahasa Indonesia...

Intinya banyak deh kecacatan dan keanehan selagi mereka bertamu di rumah. Ckckck... Om gue sampe ngomong, "Okelah kalo dia pola hidupnya sederhana, tapi ini mah kebangetan!" waktu membahas merek HP yang digunakan sang anak gadis which is yang masih segede bagong kaya hape jaman dulu kala. Udah gitu, om gue bilang, "Mana ada yang namanya Dirjen Pertamina? Ada juga Dirut!"

Duuuh, kacau deh =D Apalagi, abis pertemuan itu, om gue tiba2 di-sms oleh sang anak gadis yang isinya sbb, "To, aku baru dirampok, tas dan hape hilang."

Reaksi pertama gue kalo ada orang baru gue kenal yang bilang gtu adalah, "So?????"

Tapi om gue lebih realistis, "Ni anak ngomong kalo hapenya ilang, lah trus dia tau nomer saya dari mana??"

Duuh, seru kalo denger ceritanya.. Orang-orang Jakarta emang ajaib,ada2 aja akal bulus buat nyari duit... ckckck, and one lesson learned.. Ngga semua orang yang berada di tempat ibadah itu orang baik-baik.

Penjahat yang malang, salah nyari target...