Friday, January 4, 2008

Nu year wishes

God grant us this year a wider view,
So we see others' faults through the eyes of You.
Teach us to judge not with hasty tongue,
Neither the adult ... nor the young.

Give us patience and grace to endure
And a stronger faith so we feel secure.
Instead of remembering, help us forget
The irritations that caused us to fret.

Freely forgiving for some offense
And finding each day a rich recompense.
In offering a friendly, helping hand
And trying in all ways to understand;

That all of us whoever we are ...
Are trying to reach an unreachable star.
For the great and small ... the good and bad,
The young and old ... the sad and glad

Are asking today; Is life worth living?
The answer is only in, loving and giving.
For only Love can make man kind
And Kindness of Heart brings Peace of Mind.


taken from talk.livedaily.com Author - Helen Steiner Rice

-----------------------------------------------------------------------

Tahun Baru tu suppose to be a lighter and brighter year, betul? So, semangaaaat teman-teman!!!

The weirdest nu year I've ever been through, tergeletak di rumah sakit gara-gara digigit nyamuk, udah diniatin tidur jam 10 malem, selain untuk mengurangi efek depresi karena lagi dirawat, tapi juga karena ngantuk. Hehehe...

Di rumah sakit itu saya dapet temen baru ^__^ Hurray! Seorang anak cewe dengan marga yang sama (and yes, gue langsung ditodong pertanyaan 'Hutagalung mana?' dari dia, emaknya, dan bapaknya. Buset... emang ada berapa Hutagalung di dunia ini?)

Umur kita sama dan yang bikin gue gubrak tuh, namanya Susan... hahaha... jadi gini, waktu gue dirawat, temen kantor gue kan dateng, namanya Susanto, seorang cowo tinggi putih dan lucu =P dan karena 'sayang' trus diganti panggilannya jadi 'Susan'. Jadi pas gue ngobrol tuh, gue ngomong "Eh San, San.. Susan, dst" tanpa sadar anak cewe di sebelah gue namanya itu. Hihihi... tengsin juga... trus kenalan de akhirnya kite berdua.

Selaen dapet temen, gue juga terharu ma Satpam di tu RS, soalnya baeeek (.___.) Tiap kali gue keluar kamar dengan bawa-bawa infus dan gelas (buat minum), eh kalo ada dia malah diomelin suru balik ke kamar. "Aer lagi aer lagi!! Balik!!" sambil akhirnya ngebawain gue air putih anget. Hehehehe.

Intinya sebenernya rumah sakit itu menyenangkan, makanannya enak-enak kecuali sayurnya, tiap 2 jam sekali ada cemilan kueh-kueh, trus susternya kocak-kocak. Gue juga jadi terbiasa bangun jam 5 pagi gara-gara kebiasaan dibangunin ala asrama. Kacau tu rumah sakit.

Tapi gue tobat ama infusnya, ama jarumnya, ama tes darahnya, dan ama obat-obatnya T__T Makanya gue keluar paksa dari rumah sakit, huhuhu.. And besides, sedih banget kalo ditinggal roommate, jadi daripada gue ditinggalin, mending gue yang ninggalin =P

Yang bikin horor, hari dimana gue keluar dari rumah sakit, ada yang meninggal di ICU. Deg! Keluarganya pada histeris nangis gitu, jadi sedih =( Gue jadi bersyukur bisa hidup sehari lebih lama, ngeliat matahari terbit satu kali lagi, dan literally breathing for each more second.

Happy nu year, guys... Favor each and every day of our life, since who'll know when we will be taken from it...

0 tasted the wine: