Tuesday, July 15, 2008

Hair, oh Hair..

These days I often caught myself in between some dull thinking activities. Which is meaningless, and totally unimportant. But not necessarily un-fun(??). It is fun, in fact, it's enjoyable actually. Hehehehe.

Salah satunya adalah ketika di siang bolong, saat sedang sendirian di kamar, tiba-tiba terbersit (terbesit? tebersit?) keinginan untuk ke salon buat ngegunting dan ngeriting rambut.

Ta-da!

That was such a brilliant idea! Magnificent! Genius!

Melangkahlah saya dengan hati riang ke salon dan menanyakan kalo ngeriting kira-kira tahan berapa lama ya? Oh 3 bulan. Ya udah de ga papa. Yuk, keritingin rambut, yuuk.

----satu jam berlalu----

...

----dua jam berlalu----

...

----tiga jam berlalu----

"Anjrit, ni obatnya bau amat sih, Mbak!", gue protes tiba-tiba.
"Oh, biasa itu mah", balas Mbaknya.

...

----empat jam berlalu----

"Buset, ni prosesnya lama banget, mana belom makan siang. Ah, tapi gapapa, beauty need sacrifice kalo katanya Sun Tzu."

...

Pas dah selese, diliat-diliat di cermin, dipandang-pandang atas bawah kiri kanan.

APA-APAAN NEH? KOQ NGGA ADA BEDANYA AMA TAMPANG GUE ABIS KERAMAS???

Alhasil gue matut-matut di kaca kaya orang bego, dan menanyakan hal yang sama ama orang-orang yang gue kenal,
"Eh, nyadar ngga lo kalo gue motong rambut?"
"Ngga."
*dongkol*
"Kalo gue bilang gue abis ngeriting rambut??"
"NGAPAIN LO NGERITING RAMBUT??? BUKANNYA LO DAH KERITING???"


*@*$%^%$#*$%^&^%$#@!!!

0 tasted the wine: